Menjadi Dewasa Rohani
Ringkasan Khotbah 17 Januari 2010 - Pdt. Yasuo Atsumi -
“Menjadi dewasa secara rohani” (Ibrani 5:11-14)
Setiap suku dan bangsa mempunyai suatu tradisi untuk memperingati hari menjadi orang dewasa dengan tujuan untuk mendorong supaya anak dapat berdikari dan bertanggung jawab dalam hidupnya. Alkitab pun mengajarkan kedewasaan secara rohani, yang artinya mempunyai kemampuan untuk memahami Firman Tuhan.
Ada beberapa tanda kedewasaan rohani:
1. Dewasa dalam perkataan (I Korintus 13:11)
Orang yang telah dewasa berbeda dalam perkataannya. Hal ini banyak diungkapkan dalam kitab Amsal. Orang dewasa tidak berkata-kata dengan sembarangan (Amsal 17:27-28) dan perkataannya menyenangkan manis bagai madu, sehingga orang yang mendengarkan menjadi terhibur dan dikuatkan (Amsal16:24).
2. Dewasa dalam perasaan dan pengertian
Orang dewasa lebih cepat merasakan dan mengerti dalam mendengar Firman Tuhan dan perkataan orang lain, dibandingkan dengan anak kecil yang lamban merasakan, mendengar tapi tidak dimasukkan ke dalam hati (Ibrani 5). Kata ’merasakan’ dalam bahasa Inggris: to understand. Orang dewasa dapat merasakan diajar, diberkati dan ditegur saat mendengarkan Firman Tuhan.
3. Dewasa dalam cara berpikir
Rasul Paulus menasehati jemaat Korintus untuk menjadi dewasa dalam pemikiran dalam menyikapi karunia Roh Kudus. Rasul Paulus menyinggung agar jemaat yang memiliki karunia untuk berhati-hati, tidak berpikiran dangkal, dan memikirkan orang lain (I Korintus 14:20).
Orang dewasa mempunyai panca indera (bahasa inggris: sense, bahasa indonesia lama: akal, bahasa Indonesia sehari-hari: pengalaman), yang merupakan akal untuk membedakan hal yang baik dan tidak baik (Ibrani 5:14). Hanya anak-anak yang harus diberitahu dalam segala hal karena sense-nya belum terlatih. Orang dewasa mempunyai panca indera yang terlatih oleh Firman Tuhan dan pengalaman, sama seperti bangsa Israel yang telah terlatih melalui pengalaman di padang gurun selama 40 tahun.
Firman Tuhan berkuasa mengajar dan membangun kita untuk menjadi dewasa (bahasa Inggris: build up; dalam bahasa Jepang: ikusei, iku: memelihara, sei: berkembang) (Kisah Para Rasul 20:32). Kedewasaan yang ditekankan sebagai suatu ciri khas dalam Kristus adalah kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Allah (Efesus 4:12-13), yang juga diucapkan dalam doa syafaat Tuhan Yesus untuk murid-murid-Nya (Yohanes 17). Hal ini juga dinyatakan oleh teladan Tuhan Yesus saat membasuh kaki murid-murid-Nya dimana kaki melambangkan pengalaman hidup pribadi, suku, latar belakang yang berbeda. Orang Kristen yang saleh dapat menjadi teladan kedewasaan rohani, namun teladan kita yang utama adalah Tuhan Yesus. Hati kita perlu dijamah oleh Roh Kudus supaya dapat berpikir dan bertindak seperti Kristus, di situlah nama Tuhan dipermuliakan (Efesus 4:15-16). (ML/01/10)
Kata Kunci: Dewasa Rohani, Memahami Firman Tuhan, Orang Kristen Saleh
