Kepenuhan Roh Kudus - Baptisan Roh Kudus

Ringkasan Khotbah 7 Juni 2009                             Pdt. Yasuo Atsumi

“Kepenuhan Roh Kudus-Baptisan Roh Kudus” (Kisah Para Rasul 1:8, 2:1-13)

Baptisan Roh Kudus ada 2 dimensi:

1.   Tanda istimewa, yaitu langsung menyaksikan kemuliaan Allah dalam bahasa-bahasa Roh;

2.   Roh Kudus turun dan kita menerima Roh Kudus untuk menjadi saksi Kristus, kemudian Roh Kudus turun menaungi seluruh jemaat dan menggerakkan jemaat untuk bersaksi.

Dalam 1 Korintus 14:14-15 dijelaskan mengenai bahasa Roh di dalam memuji Tuhan dan berdoa.

  Dalam Efesus 5:18-19 dijelaskan bahwa kepenuhan Roh Kudus sehari-hari ditandai dengan adanya sukacita dan kekuatan baru (buah Roh). Ketika Roh Kudus turun, manusia lahir baru dan hidup suci. Manusia yang sudah dipenuhi Roh Kudus harus menjadi teladan dalam bersaksi.

  Hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus akan menghasilkan kesembilan buah Roh, antara lain kasih (Galatia 5:22). Dalam 1 Korintus 13 dijelaskan 12 jenis kasih sebagai tanda kepenuhan Roh Kudus dan bukan semata-mata usaha manusia.

  Pekerjaan Roh Kudus yaitu bersaksi, memberitakan Injil melalui dua cara bersaksi:

1.   Kebersamaan persekutuan;

2.   para murid menyaksikan kebesaran Allah.

  Baptisan Roh Kudus secara khusus yaitu Roh Kudus masuk ke dalam pribadi-pribadi manusia dan kepada jemaat. Terjadinya kebangkitan rohani adalah salah satu pekerjaan Roh Kudus. Revival adalah pekerjaan Allah yang agung. Hakekat dari revival adalah Roh Kudus turun kepada manusia, jemaat, bangsa dan mereka semua sadar keagungan karya Allah.

  Dalam kebangkitan rohani ada 3 poin penting yaitu:

1.   Kedaulatan Allah dan keagungan Allah dinyatakan.

2.   Dosa manusia, kefanaan manusia dinyatakan.

3.   Kuasa salib Allah dinyatakan.

  Mengapa revival tidak terjadi pada diri kita? Karena tidak bersujud di hadapan Allah yang maha kudus (Jonathan Edward).

  Jangan mendukakan Roh Kudus dan berdoalah setiap hari supaya kita senantiasa dipenuhi Roh Kudus. (BC/06/09)